BAGAIMANA JIKA SEMUA INSTANSI PENDIDIKAN DIMULAI KEMBALI SAAT JANUARI 2021?

Uncategorized

Saat ini dunia tengah di landa dengan pandemic virus covid-19. Yang artinya semua orang terdampak akibatnya.

Selain itu Indonesia menjadi salah satu negara yang hingga sampai saat ini belum kunjung selesai.

Setiap harinya selalu ada penambahan pasien yang dinyakatan covid-19. Ketika negara-negara lain benar-benar sudah bersih dari virus ini, kondisi Indonesia malah masih mengkhawatirkan.

Belajar Online Sampai Januari 2021?

Pasalnya sekarang di Indonesia khususnya pada provinsi Jawa Timur menjadi wilayah zona merah.

Artinya penambahan pasien positif disana semakin hari semakin banyak. Banyak yang merasa di rugikan dengan pandemic ini, pasalnya bisnis banyak yang hancur, orang-orangnya banyak yang kehilangan pekerjaannya.

Ekonomi di negara kita juga menjadi melemah sebab harga komoditas turun ada beberapa ekspor harus terhenti.

Pandemic ini juga membuat pola kehidupan sebagian masyarakat berubah khususnya untuk sebagian besar yang sedang mengeyam pendidikan.

Aktivitas pendidikan saat ini juga harus berhenti. Kebijakan ini dilakukan agar penyebaran virus ini tidak semakin meningkat.

Aktivitas yang seharusnya bisa dilakukan dengan datang langsung, kini kegiatan tersebut harus di lakukan di rumah lewat daring secara online.

Padahal pada pertengahan tahun ini, khususnya pada bulan Juli merupakan tahun ajaran baru, yang dimana seharusnya para calon siswa/I dan calon mahasiswa bisa mengikuti serangkaian aktivitas ketika awal masuk ajaran baru.

Sudah 3 bulan siswa dari segala jenjang pendidikan melakukan aktivitas pembelajaran di rumah.

Sebelumnya pemerintah sudah mau membuat kebijakan bahwa aktivitas pendidikan akan dimulai pada bulan Juli.

Namun kenyataannya masih tidak dapat terlaksana, sebab angka covid di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

Banyaknya isu-isu tentang rencana dimulainya kembali aktivitas pendidikan pada Januari 2021 diperbincangan banyak orang.

Sebab banyak orang tua yang protes dan merasa khawatir. Sebagian dari orang tua siswa banyak yang setuju dengan kebijakan ini guna untuk keselamatan anaknya sendiri.

Namun beberapa orang tua juga banyak yang kesusahan ketika melakukan pembelajaran dirumah.

Dimulai dari alat yang tidak memadai, karena tidak semua orang tua punya gadget yang canggih, sementara itu bagi orang tuanya yang sedang bekerja akan mengalami kesusahan ketika anaknya mau melakukan pembelajaran daring.

Walaupun pembelajaran dari ini tidak seefektif ketika bertemu secara langsung dan kontak fisik, tapi inilah yang bisa dilakukan guna aktivitas pendidikan dan tujuan tetap berjalan. 

Banyaknya pro kontra dalam hal ini, sehingga membuat pemerintah sulit untuk mengambil kebijakan.

Belajar dari rumah pun ternyata menimbulkan banyak persoalan di masyarakat. Karena banya masyarakat yang tidak punya akses internet, apalagi untuk masyarakat yang ada di pelosok.

Dengan adanya kebijakan ini seharusnya pemerintah harus memberikan fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran ini.

Sehingga di wilayah Indonesia pendidikannya merata walaupun hanya dilakukan di rumah. Kegiatan ini juga masih banyak yang belum optimal.

Sebagian guru atau dosen pun seharunya harus bisa proaktif dan kreatif adgar kegiatan belajar-menagajar ini efektif seperti tatap muka.

Selanjutnya banyak juga beberapa kampus yang tidak menurunkan uang perkualiahannya dan mereka merasa di rugikan karena fasilitas kampus pun tidak bisa di pakai, tetapi mahasiswa harus full membayarnya. Inipun menjadi concern kepada pemerintah, bahwa dibalik kebijkan yang mereka buat seharusnya mereka mendengarkan keluhan-keluhan selama ini.

Namun untuk saat ini, semua aktvitas yang seharusnya di lakukan sebaiknya memang dilakukan di rumah saja. Selain itu pembelajaran jarak jauh juga menjadi bentuk perlindungan kesehatan siswa, serta agar menurunkan kurva penyebaran virus.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*